UK Meneliti “self-replicating robot”


sebuah penelitian di UK (inggris) menyebutkan bahwa mereka sedang meneliti untuk membut robot yang mampu menggandakan diri sendiri. Robot ini memiliki kemampuan untuk membuat bagian tubuhnya sendiri dan membuat objek 3Dnya dari platik. Robot yang disebut sebagai RepRap ini merupakan karya dari Dr. Adrian Bowyer dari the University of Bath.

RepRap bekerja seperti printer. Bedanya, ia tidak butuh kertas atau printer untuk membuat desain dirinya. yang dibutuhkan adalah additive fabrication yang digunakan untuk mencetak hasil pada plastik molten. Bagian ini kemudin disusun dan dibentuk menjadi model 3D dari plastik.

Berikut keterangan Dr. Adrian:

Just as you and I can’t replicate without an external supply of amino acids, polysaccharides, and fats in very complicated forms the rule was: the machine must make all its parts that decide its geometry and that make it work mechanically, but we would allow chips, nuts and bolts and one or two other things in from outside.

Penelitian Dr. Adrian ini masih dalam pengembangan. Penelitian sesungguhnya adalah membuat robot yang mampu menduplikasikan dirinya sendiri. [gizmowatch]

[gila!! kalau begini caranya robot besok bisa2 minta kawin....]

Dilarang menginjak rumput: Karena rumput bisa menghasilkan listrik



Teknologi hijau atau green technology sepertinya menjadi trend dunia akhir-akhir ini. Demikian pula dalam pembuatan komputer. Ide-ide membuat komputer hemat energi dan membuat energi alternatif untuk komputer semakin digencarkan. Laptop hemat energi, laptop kecil seperti EEE PC milik asus atau Anoa milik Zyrek merupakan upaya penghematan energy juga.


Nah, kali ini ada inovasi keren dari Lawn PC. Mereka membuat rumput (yups,, rumput yang saya maksud adalah rumput buatan) yang mampu menghasilkan listrik. Setiap lembar “daun” rumput ini mampu menghasilkan energi 60 watt perjam. Energi ini disalurkan ke bagian bawahnya yang merupakan pengumpul energi. Pembangkit listrik tenaga rumput ini tidak membutuhkan kipas pendingin, cukup pastikan daunnya terkena sinar matahari dan mendapatkan udara segar, maka tak perlu khawatir pembangkit ini menjadi terlalu panas.


Rumput-rumput tersebut terbuat dari sistem panel surya yang dapat didaur ulang (biodegradeble). Rumput-rumput ini juga dapat dilepaskan untuk digunakan pada alat-alat listrik yang lain. Pada gambar dibawah, bagian bawah yang berwarna putih adalah PCnya. Rencananya, pembangkit listrik ini juga akan diintegrasikan dengan transmisi daya nirkabel yang semakin memberikan efisiensi (gak perlu ada kabel mbulet, dsb).

Lihat saja daunnya yang merupakan panel suryanya. Keren bukan? makanya, mulain saat ini anda dilarang menginjak rumput. Apalagi rumput yang menghasilkan energi alternatif dan hijau seperti ini.

Robot Unik Siap Temani dan Layani Tamu


Jepang - Hitachi kembali memperkenalkan sebuah robot menyerupai manusia. Kali ini, keunikan yang ditawarkan adalah robot tersebut dapat menggantikan peranan pelayan. Robot yang dijuluki EMIEW 2 (Excellent Mobility and Interactive Existence as Workmate) ini mampu berjalan, berbicara, menyajikan minuman, bahkan menerima tamu untuk berkeliling ruangan.

Seperti dikutip, robot ini dapat berjalan dengan menggunakan kedua kaki atau menggelinding dengan dua atau empat roda. Robot ini tampil dalam balutan jaket merah dan topi, dengan tinggi 80 centimeter (cm) dan berat 13 kilogram (kg), serta memiliki 10.000 perbendaharaan kata penting.

EMIEW 2 dilengkapi sensor untuk mengetahui lokasi objek dan bisa menyingkir untuk memberi jalan ketika ada orang yang akan lewat. Selain itu, robot ini juga diklaim mampu menggantikan resepsionis atau mengawasi keamanan. Maksud pembuatan robot ini adalah untuk mengimbangi minimnya tenaga kerja di Jepang di masa yang akan datang. Awal tahun depan, si robot pelayan kabarnya akan mulai disewakan.

Robot Mampu Tiru Wajah Manusia


London - Para ilmuwan terus bermimpi menciptakan robot yang menyerupai manusia. Demi mewujudkan mimpi itu, ilmuwan Inggris pun mengkreasi robot bernama Jules yang mampu menirukan ekspresi wajah manusia secara real time.

Kamis (13/11/2008), Jules adalah sebuah kepala robot humanoid yang bisa mengubah-ubah ekspresi wajahnya persis sama dengan wajah manusia yang tengah dilihatnya. Jadi, misalnya manusia yang dilihatnya sedang tersenyum, Jules akan ikut-ikutan tersenyum.

Tentunya Jules dibekali beragam teknologi untuk melakukan kebolehan itu. Robot itu rupanya punya perangkat kamera video untuk mendeteksi ekspresi wajah manusia yang lalu dikonversi menjadi instruksi digital sehingga robot bisa menirunya secara real time.

Robot canggih ini juga terbuat dari bahan elastis sehingga mampu bergerak bebas. Jules dibuat oleh tim ilmuwan Bristol Robotics Laboratory (BRL) yang dinaungi oleh University of the West of England dan University of Bristol.

Peter Jaeckel, salah satu ilmuwan BRL menyatakan bahwa penampilan dan kelakuan robot harus disesuaikan dengan kebiasaan sosial manusia karena jika tidak, akan menciptakan ketidaknyamanan bagi manusia kala berhubungan dengan robot.

Jules pun diharapkan sebagai cikal bakal robot yang bisa menolong orang tua atau astronot di angkasa. Sebelumnya, robot yang mampu meniru ekspresi manusia memang pernah diciptakan, namun Jules diklaim sebagai yang paling realistis.

Monyet Gerakkan Robot dengan Perintah Otak


Hanya menggunakan kekuatan pikiran, seekor monyet mampu menggerakan sebuah tangan robot.

Para ilmuwan dari Universitas Pittsburg melakukannya dengan cara menanamkan sebuah elektroda kecil ke dalam kulit bagian luar otak monyet. Kemudian, elektroda tadi dapat menerjemahkan keinginan monyet yang tangannya sengaja ditahan untuk menggerakan tangan sebuah robot. Jadi seakan-akan tangan robot tersebut adalah tangan sang monyet sendiri.

Caranya adalah, elektroda yang tertanam tadi akan menangkap perintah dari otak, kemudian elektroda itu mengirimkan pesannya ke komputer. Kemudian, komputer lah yang mengatur tangan robot itu itu menggerakan sesuai dengan perintah otak.

Lebih lanjut dijelaskan, teknologi ini nantinya ditujukan untuk orang-orang cacat yang tak mempunyai tangan atau mereka yang tangannya harus diamputasi. Tujuannya agar mereka tetap dapat melakukan apa yang diinginkan dengan tangan robot sesuai dengan perintah otak.

"Mereka perlu menggunakan kembali tangan dan jari mereka yang hilang untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Mereka butuh memakai kancing, menarik resleting dan bermacam hal lainnya,"ujar Andrew Schwartz, periset dari school of medicine, Pittsburg University.

Sebelum mengembangkan untuk manusia, para ilmuwan tersebut mencobanya ke seekor monyet dan ternyata berhasil. Monyet itu dapat memerintahkan robot untuk menyuapi makanan ke dalam mulutnya.

Pil Robotik 'Cerdas' Obati Penyakit Tepat Sasaran


Amsterdam - Sebuah pil cerdas untuk penyembuhan penyakit dikembangkan oleh Philips, salah satu produsen peralatan rumah sakit terbesar di dunia.

Dari ITnews, Rabu (12/11/2008), pil cerdas yang diberi nama iPill ini terdiri atas mikroprosesor, baterai, radio nirkabel, pompa dan tempat obat yang akan memberi pengobatan di bagian-bagian tubuh tertentu.

Philips menyebutkan bahwa iPill dapat mengukur keasaman di perut dengan sebuah sensor, kemudian mengirimkan obat tepat pada bagian yang membutuhkan. Misalnya, pengobatan bagi pasien penyakit Crohn (peradangan menahun pada dinding usus). Selain itu iPill juga dapat mengukur suhu dan melaporkannya secara nirkabel ke penerima eksternal.

Diklaim bahwa iPill dapat mengirimkan obat ke sasaran yang tepat, sehingga mengurangi dosis obat yang tidak diperlukan tubuh, dan memperkecil efek samping.

Saat ini iPill masih berupa protipe, tapi akan segera diproduksi secara massal.

Robot Asisten Plus Kendaraan Pribadi


Apa rasanya jika mempunyai seorang asisten? Pasti pekerjaan akan terasa lebih mudah. Nah, bagaimana jika asisten itu adalah robot yang sekaligus jadi alat transportasi?

Toyota Motor Coorporation (TMC), pada 1 Agustus 2008 mengumumkan robot yang disebut sebagai Personal Transport Assistant Robot. Alat yang dinamakan Winglet itu mempunyai tiga model yang berbeda.

Winglet mempunyai fungsi yang sama dengan Segway i2 yaitu, untuk menjadi alat transportasi personal serupa mobil, sepeda, atau bahkan jalan kaki. Seperti Segway, Winglet memungkinkan penggunanya untuk maju, mundur dengan menggeser berat tubuhnya.

"Winglet mempunyai badan yang luasnya kira-kira seperti kertas berukuran A3. Disamping body-nya yang seperti motor dengan dua roda, dan mempunyai dua sensor yang dibutuhkan untuk memonitor posisi pengguna dan membuat stabil kekuatannya,"

Alat tersebut mempunyai tiga desain model yaitu L, M dan S. Ketiganya mempunyai perbedaan penggunaan, tetapi pada dasarnya sama. Semuanya mempunyai panjang yang sama dan ukuran 265 mm hingga 464 mm. Selain itu ketiganya juga sama-sama hanya dapat berjalan maksimal 6 km/jam dan hanya bisa digunakan selama satu jam.

Winglet dengan model S mempunyai tinggi 462 mm, berat 9.9 kg dan dapat menempuh jarak hingga radius 5 km. Sedangkan Winglet M mempunyai tinggi 680 mm, dengan berat 12,3 kg, dan dapat menempuh jarak 10 km. dan, Winglet L mempunyai tinggi sekitar 1130 mm, dengan berat 12,3 kg dan dapat menempuh perjalanan 10 km.

Hanya satu perbedaan yang sangat signifikan antara Winglet dan Segway, yaitu kecepatan yang dihasilkan dari alat tersebut. Winglet hanya mampu berlari sekitar 6 kilometer per jam, sedangkan Segway dapat berlari dengan kecepatan 120 km/jam.